Template by:
Free Blog Templates

Selasa, 10 Mei 2011

15 Mei Aksi “Kembali ke Tanah Air” Menuju Perbatasan Libanon – Palestina

Beirut – PIP: Memperingati “prahara Palestina” (berdirinya Israel 1948) pada 15 Mei ini, sebuah aksi massa damai akan digelar menuju perbatasan Libanon – Palestina bersamaan dengan aksi massa di seluruh dunia Arab yang diperkirakan akan memblokade perbatasan Palestina dan mengepung Israel.
Asosiasi Wartawan kemarin mengumumkan inisiatif yang diambil oleh lembaga, partai, organisasi Libanon dan Palestina untuk menggelar aksi damai menuntut hak kembali pengungsi Palestina ke tanah air mereka. Pengumuman ini dihadiri oleh wakil Hamas, Ali Barkah dan koordinator aksi Hani Sulaiman.
Panitia Persiapan aksi ini, Khalid Zaidan membacakan pernyataan politik bahwa “aksi unjuk rasa damai menuntut hak kembali ini” bersamaan dengan aksi massa yang digelar di seluruh dunia dalam memperingati prahara pencaplokan Israel terhadap Palestina untuk menegaskan hak mereka untuk kembali ke wilayah Palestina secara keseluruhan. 


Aksi dengan nama “Aksi Kembali – 15 Mei” ini digelar oleh lembaga, organisasi swasta dan kerakyatan, kekuatan politik Libanon dan Palestina serta aktivis independen di seluruh kamp pengungsi. Aksi ini juga bersamaan dengan aksi yang akan digelar di seluruh negara Eropa menuju kedubes Israel di sana.
Aksi ini bertujuan menegaskan hak kembali warga Palestina ke tanah air mereka yang mereka diusir darinya taun 1948, menegaskan bahwa hak ini adalah hak suci, historis, legal, dan milik semua generasi, tidak seorang pun memiliki hak untuk mengesampingkan sebab itu adalah hak paten yang tidak ditawar-tawar. Aksi ini juga bertujuan untuk menegaskan hak perlawanan dengan semua jenis dan caranya demi membebaskan Palestina secara keseluruhan dan menegaskan peran bangsa Arab dan umat Islam dalam mendukung Palestina dan hak kembali pengungsi Palestina ke tanah air mereka. 

Dalam sambutannya, pimpinan Asosiasi Wartawan, Muhammad Baklabaki menegaskan bahwa kantor pusat Asosiasi adalah di seluruh Arab, terutama Palestina dengan ibukota Al-Quds.
Baklabaki menyambut gembira rekonsiliasi Palestina dan pendadatangannya dua hari lalu sebagai seruan persatuan untuk membebaskan Palestina. 

Gagasan untuk “mengepung Israel” sebagai negara penjajah adalah gagasan cemerlang dalam hal cara dan timing, terutama setelah Israel melarang penggunaan kata-kata “nakbah” prahara dalam bahasa Palestina. dalam aksi ini Israel akan dikepung oleh warga Palestina dan Arab di seluruh perbatasan mereka. 


Sumber: Pusat Informasi Palestin

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails